Dunia ini ibarat Taman Bunga

•1 Juli, 2009 • 1 Komentar

Assalamualaikum

Tiadalah kamu mencintai sesuatu melainkan kamu akan menjadi budaknya, sedangkan Allah tidak senang jika kamu menjadi budak selain dari Allah SWT.

Disamping Allah memberi rahmat kepada kita, Allah juga memberikan cobaan-cobaan hidup kepada kita baik berupa musibah maupun kesenangan. Karena kesenangan merupakan cobaan, maka kita harus berhati-hati dalam menghadapinya. Jangan sampai kesenangan itu kemudian menjebak dan memperbudak diri kita sehingga apapun akan kita lakukan untuk mendapatkan keseangan tersebut, walaupun kesenangan itu seringkali menggelincirkan manusia kedalam kesesatan. Namun kebanyakan manusia lebih suka mendapatkan kesenangan daripada mendapatkan musibah.

Hal ini berbeda sekali dengan orang yang mengenal sifat-sifat Allah, Dzat yang Maha Tinggi. Dimana orang-orang ini lebih senang mendapatkan kesukaran daripada kemudahan, karena dengan kesukaran-kesukaran ini mereka lebih ingat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehubungan dengan hal ini, ada beberapa hal yang perlu diuraikan lebih lanjut.

Yang pertama adalah ajaran mengenai adanya kehidupan di negeri akherat.

Negeri akherat sudah pasti adanya dan tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Disanalah tempat kita mempertanggungjawabkan segala macam perbuatan. Perbuatan baik maupun jahat, walaupun sekecil apapun pasti akan mendapatkan balasan. Dan sebagai saksi dari segala macam perbuatan itu adalah tangan kaki kita sendiri.

Sebagaimana yang diterangkan oleh Allah SWT dalam surat Yasin ayat 65 :

pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang ahulu mereka usahakan

Beruntunglah kepada seseorang yang telah tinggal di dunia karena kebaikan dan mengerjakan amal sholeh. Sebab dengan amal sholeh dan perbuatannya itu mereka akan merasakan kebaikan hidup yang kekal dan abadi untuk selama-lamanya.

Tetapi sebalikanya bagi mereka yang ketika hidupnya banyak melakukan kemaksiatan, maka di akherat mereka akan merasakan siksa yang pedih yang diakibatkan dari perbuatannya sendiri. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang demikian.

Yang kedua adalah ajaran mengenai kehidupan di dunia, alam fana ini.

Menurut Rasulullah SAW, kehidupan di dunia ini ibarat taman bunga. Maka ada lima hal yang dapat membuat taman bunga itu menjadi indah, semerbak dan harum wangi adalah sebagai berikut :

  • ilmunya para ulama

dengan ilmu yang dimilikinya, para ulama dapat membimbing dan menunjukkan umat kepada kebenaran serta meninggalkan segala kebatilan.

  • Adilnya para penguasa

Dengan kekuasaannya, para penguasa dapat melindungi yang lemah dan tidak membiarkan yang kuat berbuat semena-mena, sehingga hubungan antara yang lemah dengan yang kuat tetap dapat berjalan dengan harmonis.

  • Ibadahnya para hamba Allah

Dengan ketekunannya dalam beribadah dan istiqomahnya dalam beribadah, seorang hamba yang tentu saja merupakan anggota masyarakat bisa menjalin hubungan yang seimbang baik terhadap Tuhannya maupun terhadap sesama manusia dan alam sekitarnya.

  • Terpercayainya para pedagang

Bila para pedagang semuanya berlaku jujur. Tidak mengurangi timbangan, tidak menyembunyikan kekurangan pada barang yang dijualnya, maka hal ini akan memperindah taman bunga dunia ini.

  • Ketekunan para buruh atau karyawan

Bila para buruh atau karyawan itu mau melaksanakan kewajiban-kewajiban dengan baik mesekipun tidak ada yang mengawasinya, maka hal ini tentulah dapat menjaga keharmonisan hubungan antara si kaya dngan si miskin, atau antara majikan dengan buruh. Sehingga tatanan kehidupan masyarakat tetap terjaga dengan baik dan harmonis.

Akan tetapi iblis tampaknya tidak senang melihat keindahan dan semarak serta harmonisnya kehidupan dunia ini. Karena itu, iblis beserta tentaranya menyebarkan hama penyakit yang bisa merusak taman dunia tersebut. Diantara penyakit yang disebarkan oleh iblis dan syetan ada lima adalah :

  • Rasa dengki

Penyakit dengki ini akan disebarkan oleh iblis maupun syetan di samping para ulama agar timbul kedengkian diantara mereka sehingga ilmu yang dimilikinya tidak digunakan untuk pekentingan masyarakat tetapi digunakan untuk menjatuhkan satu sama lainnya.

  • Penyakit Dholim

Penyakit ini biasanya menyerang para penguasa, sehingga tidak lagi berbuat adil tetapi malah berbuat sewenang-wenang dan menindas kepada kaum yang lemah.

  • Penyakit Riya

Penyakit ini biasanya menyerang para ahli ibadah, sehingga ibadahnya tidak lagi ditunjukkan kepada Allah tetapi ditunjukkan kepada selain Nya seperti akan mendapatkan pujian atau simpati dari orang lain, dan lain sebagainya.

  • Penyakit Curang

Penyakit ini akan menyerang kepada para pedagang, sehingga banyak diantara mereka yang berbuat curang, mengurangi timbangan, menyembunyikan cacat atau celah barang-barang yang dijualnya demi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

  • Menyeleweng

Penyakit ini akan disebarkan kepada para buruh atau karyawan sehingga mereka menjadi malas bekerja dan kalau bekerja seenaknya sendiri atau bekerja hanya ketika diawasi oleh majikan atau pimpinannya saja.

Mudah-mudahan Allah SWT menggolongkan kita kepada orang-orang yang senantiasan mendapatkan ridho Nya, dan mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan keberuntungan di dalam kehidupan kita dunia dan akhirat, amin ya robbal ‘alamin.

Wassalamualaikum

pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Kesempatan Kita di Dunia

•30 Juni, 2009 • 1 Komentar

Assalamualaikum

Tentunya kita menyadari bahwa umur kita dari hari ke hari bukan semakin bertambah, tetapi sebaliknya. Umur kita akan berkurang seiring dengan perjalanan waktu hingga ajal menjemput kita. Ini berarti kesempatan kita untuk memperbanyak beramal sholeh semakin habis, sedangkan perbuatan dosa kita selalu bertambah terus menerus tanpa adanya penyesalan di hati kita.

Semestinya kita harus pandai-pandai memanfaat kesempatan ,sebelum kesemptan itu habis diambil oleh Allah. Isilah kesempatan itu untuk beramal sholeh, jangan ada kesempatan yang terbuang percuma ataupun berlalu dengan sia-sia.

Firman Allah SWT dalam surat Al-A’raf ayat 34 :

“tiap-tiap umat mempunyai batas waktu ; Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Mati merupakan suatu ketentuan pasti yang akan dialami oleh setiap makhluk. Siapa saja tak akan mampu menghindari mati sekalipun makhluk itu telah berusaha menghindarinya. Namun anehnya, banyak umat manusia yang mengabaikan mati seolah-olah mati itu tidak bakalan terjadi. Oleh karena gelap dalam kemewahan dunia tanpa memperdulikan kehidupan akherat yang abadi. Sehingga mereka berbuat seenaknya sendiri dengan menuruti kehendak hawa nafsunya. Mereka tidak lagi mengisi kesempatan untuk beramal sholeh tetapi justru sebaliknya, kesemptana-kesempatan itu diwarnai oleh berbagai macam kemaksiatan.

Semestinya mereka harus menyadari bahwa kematian itu pasti datang, dan kedatangannya tak seorangpun yang mengetahui. Bisa saja kematian itu datang menimpa orang yang masih muda, bahkan sering terjadi orang yang diwaktu sorenya masih terlihat sehat tetapi di pagi harinya dia sudah dipanggil oleh Allah SWT. Tegasnya, mati pasti datang dan datangnya tak terduga sebelumnya. Oleh karena itu marilah kita isi kesempatan kita dengan amal sholeh untuk mencari ridho Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits :

“Kerjakanlah lima perkara sebelum lima keadaan yang lain : masa hidupmu sebelum datang kematianmu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa luang dan sempatmu sebelum datang masa sibuk dan sempitmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, waku kau kaya sebelum datang waktu miskin.”

Dari hadits Rasulullah SAW tersebut, marilah kita koreksi kembali diri kita masing-masing jangan sampai masa hidup kita yang diberi kesempatan oleh Allah detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun agar tidak terbuang sia-sia karena semuanya akan dihisab oleh Allah SWT.

Marilah kita isi waktu kita ketika kita sehat dengan memperbanyak amal shalih, kita banyak sholat, sholat malam, sholat rawatib, mengerjakan amal-amal shalih demi kemaslahatan orang banyak. Jangan sampai nanti datang waktu kita sakit, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Waktu masa luang kita jangan sampai terbuang sia-sia, kita dengan amal sholeh. Jangan sampai waktu kita nanti sibuk kita tidak sempat melakukannya.

Masa muda kita jangan sampai terbuang sia-sia, kita pergunakan dengan bekerja keras, tanpa kenal menyerah untuk tabungan kita di masa tua kita nanti. Lebih-lebih masa muda yang digunakan untuk kebaikan di jalan Allah SWT untuk kemaslahatan orang banyak sebelum datang masa tua kita.

Saat masih kaya kita diberi rizky oleh Allah, hendaklah kita giat bersedekah. Kita bantu fakir miskin, santuni anak yatim piatu, berderma kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita untuk pendidikan dan sebagainya. Kaya bukan harus belimpah harta, rumah yang besar, ataupun mobil yang banyak. Meskipun kita memiliki uang sedikit, kita dapat berbuat seperti orang yang kaya, shodaqoh kita insyaAllah tidak akan berkurang.

Sabda Rasulullah SAW :

“setiap harta yang dishadaqohkan tidak akan berkurang, tidak akan berkurang, dan tidak akan berkurang”

Sesungguhnya dunia ini adalah ladang temoat kita menanam amal yang hasilnya akan kita petik di akhirat nanti. Siapa yang berbuat baik di dunia, tentu akan memperoleh pahala di sisi Allah dan siapa yang berbuat jahat maka Allah akan membalasnya dengan siksa.

Firman Allah dalam surat Al Jatsiyah (22) :

dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.

Dalam ayat yang lain dijelaskan :

“dan (pada hari itu) kamu Lihat tiap-tiap umat berlutut. tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. pada hari itu kamu diberi Balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.”

“(Allah berfirman): “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan”.”

Semoga dengan ayat ini kita selalu memanfaatkan kesempatan untuk memperbanyak amal-amal shalih, bertaubat kepada Allah dan berdzikir kapadanya di setiap saat dan setiap waktu. Bahkan  Rasulullah SAW mengingatkan :

wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah sebelum kalian mati, pergunakanlah kesempatan hidup ini untuk beramal shalih sebelum kalian sibuk, eratkanlah hubungan dengan Tuhanmu dengan memperbanyak dzikir kepadanya dan perbanyaklah sedekah dengan rahasia atau dengan terang-terangan maka Allah akan memberi rizky dan menolong serta memberi kemenangan kepadamu sekalian

Sungguh betapa mulianya orang-orang yang mau beramal shalih di sisi Tuhannya, sebagaimana firman Allah SWT (QS Al  Jatsiyah – 30):

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh Maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.

Marilah muali saat ini kita koreksi diri kita masing-masing, hendaknya mulai dari sekarang kita siapkan amal shalih yang akan kita bawa menghadap Allah SWT kelak ajal akan menjemput kita. Marilah kita isi kesempatan yang Allah berikan kepada kita dengan memperbanyak amal shalih. Jangan sampai segala seseuatu yang diberikan Allah kepada kita akan terbuang begitu saja, karena segala sesuatu yang kita punya akan dihisap oleh Allah SWT.

Walaikumsalam

Ucapan Basmalah

•27 Juni, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Uapan “Basmalah”

Puji syukur bagi Allah yang telah menjadikan makhluk yang bernama manusia, dijadikan sebagai makhluk yang terbaik, posisi, kondisi, dan asal usul kejadiannya.

Saat Allah berkehendak menjadikan makhluk yang bernama manusia, Nabi Adam a.s. yang kemudian ditempatkan untuk berdiam di muka bumi ini.

Sedangkan malaikat bertanya: “ya Allah kenapa Engkau menjadikan manusia untuk hidup di permukaan bumi ini, bukankah manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi?”.

Allah menjawab : “Kalian tidak mengetahui apa yang Aku ketahui.”

Disamping Allah menjadikan manusia sebagai kholifah atau sebagai pemimpin, manusia memiliki dua misi utama yaitu : (1) memakmurkan bumi ini dan (2) beribahdah kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, apabila manusia menyadari dua misi utamanya yaitu untuk memakmurkan bumi dan beribadah kepada Allah SWT, maka dalam dirinya pasti tumbuh suatu kesadaran bahwa apa pun yang dia lakukan baik ucapan, perilaku, lahir dan batinnya bisa bernilai ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu di dalam Islam sangat mengajarkan kepada kita apabila hendak memulai suatu perbuatan yang baik, hendaknya diawali dengan menyebut nama Allah, “bismillahirrohmaanirrohiim”.

Rosulullah SAW bersabda : “tiap-tiap pekerjaan yang baik, manakala tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka perbuatan itu akan terputus (tidak ada barokahnya)”.

Barokah disini adalah adanya sesuatu kebaikan yang ditempatkan oleh Allah. Oleh karena itu, betapa mulia dan agungnya ucapan Basmalah. Bahkan Allah menumpahkan Basmallah pada surat Al-Fatihah ayat pertama. Bahkan di dalam Al-Quran, tiap-tiap surat itu pasti terdapat bismillah kecuali surat taubah yang tidak diawali Basmallah.

Betapa agung ucapan Basmallah ini, bahkan anak kecil umur 1 tahun mampu menghafalkan Basmallah. Namun yang diharapkan adalah wujud pengamalan daripada kalimat Basmallah tersebut. Mudah diucapkan tetapi berat untuk diamalkan. Sebab dengan ucapan Basmallah, mengatasnamakan Allah, maka tidak layak kalau seorang muslim mengatasnamakan Allah untuk berbuat yang tidak baik.

Tidak mungkin seseorang ingin korupsi diawali dengan ucapan Basmallah, tidak ada seseorang yang mencuri diawali dengan ucapan Basmallah. Basmallah mengandung nilai-nilai pendidikan, nilai tarbiyah. Kita merasa takut kepada Allah SWT,yang pada akhirnya kita tidak mau melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik, yang tidak diridhoi oleh Allah SWT. Karena kita sudah bersumpah saat segala sesuatunya kita awali dengan kalimat Basmallah, menyebut nama Allah SWT.

Hati merupakan sumber dari segala kebaikan dan keburukan perbuatan kita. Manakala hati itu kita ajak untuk taat kepada Allah maka hati itu akan selalu rindu akan nilai-nilai kebaikan. Tetapi kalau hati ini kita ajak untuk mengikuti hawa nafsu kita, maka yang terlahir adalah gerak-gerak maksiat dan gerak keburukan kita. Oleh karena itu, mari kita selalu bawa hati kita untuk selalu taat kepada Allah SWT.

Jadi Basmallah, mengatasnamakan Allah, mendidik manusia untuk selalu takut kepada Allah. Pantang bagi manusia tersebut untuk melakukan perbuatan yang tidak berarti. Segala sesuatunya kita atasnamakan Allah, lalu hati itu memuji Allah memiliki sifat Ar-Rohman Ar-rohim, yang maha pengasih dan maha penyayang. Yang dikasihi belum tentu disayang oleh Allah.

Yang disayang pun belum tentu dikasihi, tetapi ada pertimbangan lain dari Allah untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Satu contoh kecil misalnya, kita punya anak umur lima tahun, tentu kita sayang betul kepada anak kita. Suatu saat anak kita datang kepada kita meminta uang lima juta, apakah kita berikan kepada anak kita walaupun kita sayang pada anak kita. Kita pasti tidak akan mungkin memberikan uang kepada anak sekecil itu sebesar lima juta rupiah. Buat apa uang sebanyak itu bagi anak yang berusia lima tahun?? Tentu kita punya pertimbangan lain demi anak yang kita sayangi tersebut.

Oleh karena itu, Allah maha pengasih, siapapun dikasihi oleh Allah baik yang kafir, yang muslim, yang sholat, yang tidak sholat, yang berbuat mungkar, yang berbuat baik semuanya dikasihi oleh Allah.

Allah sudah menjamin rizky manusia tetapi dengan syarat kita harus berusaha, berikhtiar. Tidak mungkin kita bisa mengharapkan uang lima juta hanya dengan duduk menunggu. Hal itu mendidik kepada kita agar tidak berprasangka buruk kepada Allah SWT.

Misalanya : “mereka tidak pernah sholat tetapi mendapatkan rizky yang berlimpah, sedangkan saya yang berpuasa tetapi rizky saya kurang”

Urusan itu adalah urusan Allah. Setelah Ar-rohman adalah Ar-rohim Kehidupan di dunia adalah kedipan mata dibandingkan dengan kehidupan di akhirat kelak. Oleh karena itu, walaupun rizky kita pas-pasan, kita harus pandai mensyukuri nikmat kepada Allah SWT, jangan sampai kita menginggalkan ajaran agama.

Awali perbuatan baikmu dengan Basmallah, bahkan dikala kita akan duduk pun diawali dengan ucapan Basmallah, pada saat kita akan bangkit dari duduk pun, kita dianjurkan untuk mengucapkan Basmallah. Apa sebabnya? Karena kita selalu dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT.

Mudah-mudahan kita dapat melaksanakan ajaran-ajaran yang ringan untuk kita ucapkan namun berpahala besar di sisi Allah SWT yang akan menimbulkan keberkahan dalam hidup kita, keberkahan dalam umur kita.

Amin ya robbal ‘a-lamin.