
Assalamualaikum
“Tiadalah kamu mencintai sesuatu melainkan kamu akan menjadi budaknya, sedangkan Allah tidak senang jika kamu menjadi budak selain dari Allah SWT.”
Disamping Allah memberi rahmat kepada kita, Allah juga memberikan cobaan-cobaan hidup kepada kita baik berupa musibah maupun kesenangan. Karena kesenangan merupakan cobaan, maka kita harus berhati-hati dalam menghadapinya. Jangan sampai kesenangan itu kemudian menjebak dan memperbudak diri kita sehingga apapun akan kita lakukan untuk mendapatkan keseangan tersebut, walaupun kesenangan itu seringkali menggelincirkan manusia kedalam kesesatan. Namun kebanyakan manusia lebih suka mendapatkan kesenangan daripada mendapatkan musibah.
Hal ini berbeda sekali dengan orang yang mengenal sifat-sifat Allah, Dzat yang Maha Tinggi. Dimana orang-orang ini lebih senang mendapatkan kesukaran daripada kemudahan, karena dengan kesukaran-kesukaran ini mereka lebih ingat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehubungan dengan hal ini, ada beberapa hal yang perlu diuraikan lebih lanjut.
Yang pertama adalah ajaran mengenai adanya kehidupan di negeri akherat.
Negeri akherat sudah pasti adanya dan tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Disanalah tempat kita mempertanggungjawabkan segala macam perbuatan. Perbuatan baik maupun jahat, walaupun sekecil apapun pasti akan mendapatkan balasan. Dan sebagai saksi dari segala macam perbuatan itu adalah tangan kaki kita sendiri.
Sebagaimana yang diterangkan oleh Allah SWT dalam surat Yasin ayat 65 :
“pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang ahulu mereka usahakan“
Beruntunglah kepada seseorang yang telah tinggal di dunia karena kebaikan dan mengerjakan amal sholeh. Sebab dengan amal sholeh dan perbuatannya itu mereka akan merasakan kebaikan hidup yang kekal dan abadi untuk selama-lamanya.
Tetapi sebalikanya bagi mereka yang ketika hidupnya banyak melakukan kemaksiatan, maka di akherat mereka akan merasakan siksa yang pedih yang diakibatkan dari perbuatannya sendiri. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang demikian.
Yang kedua adalah ajaran mengenai kehidupan di dunia, alam fana ini.
Menurut Rasulullah SAW, kehidupan di dunia ini ibarat taman bunga. Maka ada lima hal yang dapat membuat taman bunga itu menjadi indah, semerbak dan harum wangi adalah sebagai berikut :
-
ilmunya para ulama
dengan ilmu yang dimilikinya, para ulama dapat membimbing dan menunjukkan umat kepada kebenaran serta meninggalkan segala kebatilan.
-
Adilnya para penguasa
Dengan kekuasaannya, para penguasa dapat melindungi yang lemah dan tidak membiarkan yang kuat berbuat semena-mena, sehingga hubungan antara yang lemah dengan yang kuat tetap dapat berjalan dengan harmonis.
-
Ibadahnya para hamba Allah
Dengan ketekunannya dalam beribadah dan istiqomahnya dalam beribadah, seorang hamba yang tentu saja merupakan anggota masyarakat bisa menjalin hubungan yang seimbang baik terhadap Tuhannya maupun terhadap sesama manusia dan alam sekitarnya.
-
Terpercayainya para pedagang
Bila para pedagang semuanya berlaku jujur. Tidak mengurangi timbangan, tidak menyembunyikan kekurangan pada barang yang dijualnya, maka hal ini akan memperindah taman bunga dunia ini.
-
Ketekunan para buruh atau karyawan
Bila para buruh atau karyawan itu mau melaksanakan kewajiban-kewajiban dengan baik mesekipun tidak ada yang mengawasinya, maka hal ini tentulah dapat menjaga keharmonisan hubungan antara si kaya dngan si miskin, atau antara majikan dengan buruh. Sehingga tatanan kehidupan masyarakat tetap terjaga dengan baik dan harmonis.
Akan tetapi iblis tampaknya tidak senang melihat keindahan dan semarak serta harmonisnya kehidupan dunia ini. Karena itu, iblis beserta tentaranya menyebarkan hama penyakit yang bisa merusak taman dunia tersebut. Diantara penyakit yang disebarkan oleh iblis dan syetan ada lima adalah :
-
Rasa dengki
Penyakit dengki ini akan disebarkan oleh iblis maupun syetan di samping para ulama agar timbul kedengkian diantara mereka sehingga ilmu yang dimilikinya tidak digunakan untuk pekentingan masyarakat tetapi digunakan untuk menjatuhkan satu sama lainnya.
-
Penyakit Dholim
Penyakit ini biasanya menyerang para penguasa, sehingga tidak lagi berbuat adil tetapi malah berbuat sewenang-wenang dan menindas kepada kaum yang lemah.
-
Penyakit Riya
Penyakit ini biasanya menyerang para ahli ibadah, sehingga ibadahnya tidak lagi ditunjukkan kepada Allah tetapi ditunjukkan kepada selain Nya seperti akan mendapatkan pujian atau simpati dari orang lain, dan lain sebagainya.
-
Penyakit Curang
Penyakit ini akan menyerang kepada para pedagang, sehingga banyak diantara mereka yang berbuat curang, mengurangi timbangan, menyembunyikan cacat atau celah barang-barang yang dijualnya demi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
-
Menyeleweng
Penyakit ini akan disebarkan kepada para buruh atau karyawan sehingga mereka menjadi malas bekerja dan kalau bekerja seenaknya sendiri atau bekerja hanya ketika diawasi oleh majikan atau pimpinannya saja.
Mudah-mudahan Allah SWT menggolongkan kita kepada orang-orang yang senantiasan mendapatkan ridho Nya, dan mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan keberuntungan di dalam kehidupan kita dunia dan akhirat, amin ya robbal ‘alamin.
Wassalamualaikum
“pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”



